Ekonomi Tetangga Dekat RI Gawat, Bank Sentral Warning

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand/BoT) menilai perekonomian negaranya tengah menghadapi tekanan serius, salah satunya akibat penurunan daya saing yang berlangsung secara berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi menekan kinerja ekspor, terutama di tengah kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (7/1/2026), BoT menyebut ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu masih dibayangi sejumlah tantangan struktural, mulai dari penguatan mata uang baht, tarif AS, tingginya utang rumah tangga, konflik perbatasan dengan Kamboja, hingga ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum awal Februari mendatang.

Menjelang forum kebijakan moneter, bank sentral memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Thailand pada paruh kedua tahun lalu hanya mencapai 1,3% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, ekspor tercatat tumbuh 9,1% pada periode yang sama.

BoT juga menegaskan bahwa risiko deflasi masih tergolong rendah. Ekspektasi inflasi jangka menengah dinilai tetap berada dalam kisaran target bank sentral, yakni 1% hingga 3%.

Namun demikian, penguatan nilai tukar baht disebut memperketat likuiditas, khususnya bagi eksportir kecil dan menengah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan pengiriman barang ke luar negeri.

"Baht yang menguat membuat tekanan likuiditas semakin terasa bagi eksportir skala kecil dan menengah, dan ini mulai mempengaruhi volume pengiriman," ujar Wakil Gubernur Bank Sentral Thailand, Piti Disyatat, dalam Reuters Global Markets Forum.

Meski menghadapi berbagai tekanan, Piti tetap optimistis terhadap prospek jangka pendek ekonomi Thailand. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali positif pada kuartal IV-2025.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat akan berada di wilayah positif, dan proyeksi pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,2% masih dapat tercapai," pungkasnya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article